Rabu, 20 Juni 2012

Hadits-hadits Kisah Isra’ Mi’raj

Hadits Kisah Isra’ Mi’raj

Qatadah: Telah mengisahi kami Anas bin Malik, dari Malik bin Sha’sha’ah ra, ia telah berkata: Telah bersabda Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam: “Ketika aku di al-Bait (yaitu Baitullah atau Ka’bah) antara tidur dan jaga”, kemudian beliau menyebutkan tentang seorang lelaki di antara dua orang lelaki. “Lalu didatangkan kepadaku bejana dari emas yang dipenuhi dengan kebijaksanaan dan keimanan. Kemudian aku dibedah dari tenggorokan hingga perut bagian bawah. Lalu perutku dibasuh dengan Air Zam Zam, kemudian diisi dengan kebijaksanaan (hikmah) dan keimanan. Dan didatangkan kepadaku binatang putih yang lebih kecil dari kuda dan lebih besar dari baghal (peranakan kuda dan keledai), yaitu Buraq. HR al-Bukhari (3207).

Anas bin Malik r.a. berkata, “Abu Dzarr r.a. menceritakan bahwasanya Nabi Muhammad saw bersabda, ‘Dibukalah atap rumahku dan aku berada di Mekah. Turunlah Jibril a.s. dan mengoperasi dadaku, kemudian dicucinya dengan air zamzam.

Kisah Isra Miraj menurut Hadis (As-Sayid Muhammad bin Alawi Al-Maliki) -1

Berikut saya mencoba meringkas dengan bahasa ringan Kisah Isra Mi’raj dari Kitab karya seorang Ulama besar As-Sayid Muhammad bin Alawi Al-Maliki (bermazhab Maliki) Al-Hasani (keturunan Hasan ra) Al-Maki (tinggal di Makkah) Al-Asy’ari (pengikut Imam Asy’ari) As-Sadhili, Ahli Hadis yang telah menulis lebih dari seratus buku.

Kitab beliau tentang Isra Mi’raj ini berjudul “Al-Anwar al-Bahiyya min Isra wal Miraj Khair al-Bariyya” (Cahaya Cemerland dari Isra Miraj Makhluk Terbaik). Khairul Bariya adalah gelaran Nabi SAW. Saya ambil dari terjemahan bahasa Inggris, sebagai kecintaan saya kepada Insan Mulia, Khairul Bariya, yang saya dambakan syafaatnya. Penomoran adalah dari saya sendiri. Mohon maaf dan koreksi jika banyak kesalahan. Semoga bermanfaat.

1. Pembersihan Hati, Buraq

Ketika itu Rasul SAW sedang di dalam Al-Hijr Baitulllah, berbaring istirahat bersama dua orang (Hamzah & Ja’far ra), Malaikat Jibril, Mikail dan Israfil as datang kepadanya.

Hikmah Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW

tiap tanggal 27 rajab umat islam memperingati peristiwa isra’ mi’raj nabi muhammad saw. salah satu mukjizat nabi saw berupa perjalanan malam hari dari masjid haram makkah) ke masjid aqsha (palestina) dilanjutkan dengan “naik” ke sidratul muntaha menghadap allah swt. dalam alquran, peristiwa itu disebutkan dalam dua ayat.

peristiwa isra’ disebutkan dalam qs. isra: 1, ‘‘mahasuci dzat yang telah menjalankan hamba-nya (muhammad) pada waktu sebagian dari malam hari dari masjid al-haram ke masjid al-aqsha yang telah kami beri berkah sekelilingnya agar kami dapat menunjukkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda kebesaran kami…”

sedangkan peristiwa mi’raj disebutkan dalam qs. an-najm: 13-18: ”dan sesungguhnya muhammad telah melihat jibril itu (dalam rupanya yang asli) pada waktu yang lain, (yaitu) di sidratul muhtaha. di dekatnya ada surga tempat tinggal. (muhammad melihat jibril) ketika sidratil muntaha diliputi oleh sesuatu yang meliputinya. penglihatannya (muhammad) tidak berpaling dari yang dilihatnya itu dan tidak (pula) melampauinya.

Kamis, 14 Juni 2012

Kisah Nabi Daud as

Daud bin Yisya adalah salah seorang dari tiga belas bersaudara turunan ketiga belas dari Nabi Ibrahim a.s. Ia tinggal bermukim di kota Baitlehem, kota kelahiran Nabi Isa a.s. bersama ayah dan tiga belas saudaranya.

Daud Dan Raja Thalout

Ketika raja Thalout raja Bani Isra’il mengerahkan orang supaya memasuki tentera dan menyusun tentera rakyat untuk berperang melawan bangsa Palestin, Daud bersama dua orang kakaknya diperintahkan oleh ayahnya untuk turut berjuang dan menggabungkan diri ke dalam barisan askar Thalout. Khusus kepada Daud sebagai anak yang termuda di antara tiga bersaudara, ayahnya berpesan agar ia berada di barisan belakang dan tidak boleh turut bertempur.

Kisah Nabi Ilyas as & Nabi Ilyasa

Kisah Nabi Ilyas

Ia diutus Allah SWT untuk memperbaiki aqidah salah satu suku dari bani Israil yang mendiami sebuah kota Ba’labak. Mereka ini menyembah berhala bernama Baal. namun betapapun gigihnya Nabi Ilyas berdakwah, kaumnya tidak mau mendengarkannya. Maka Allah menghukum mereka dengan azab didunia dan akhirat.

Kisah Nabi Ilyasa

Ia putra dari paman Nabi Ilyas. Melaksanakan dakwah setelah Nabi Ilyas wafat. Karenanya dalam berdakwah ia berpegang pada syari’at dan metode nabi Ilyas. Al Qur’an tidak menguraikan tentang Nabi Ilyasa. Hanya dijelaskan.”Dan ingatlah akan Ismail, Ilyasa, Dzulkifli. Semuanya termasuk orang-orang yang paling baik.”(Q.S. Shaad : 48)

Kisah Nabi Yunus as

Tidak banyak yang dikisahkan oleh Al-Quran tentang Nabi Yunus sebagaimana yang telah dikisahkan tentang nabi-nabi Musa, Yusuf dan lain-lain. Dan sepanjang yang dapat dicatat dan diceritakan oleh para sejarawan dan ahli tafsir tentang Nabi Yunus ialah bahawa beliau bernama Yunus bin Matta. Ia telah diutuskan oleh Allah untuk berdakwah kepada penduduk di sebuah tempat bernama “Ninawa” yang bukan kaumnya dan tidak pula ada ikatan darah dengan mereka. Ia merupakan seorang asing mendatang di tengah-tengah penduduk Ninawa itu. Ia menemui mereka berada di dalam kegelapan, kebodohan dan kekafiran, mereka menyembah berhala menyekutukan kepada Allah.

Yunus membawa ajaran tauhid dan iman kepada mereka, mengajak mereka agak menyembah kepada Allah yang telah menciptakan mereka dan menciptakan alam semesta, meninggalkan persembahan mereka kepada berhala-berhala yang mereka buat sendiri dari batu dan berhala-berhala yang tidak dapat membawanya manfaaat atau mudarat bagi mereka.

Kisah Nabi Zakaria as

Nabi Zakaria adalah ayah dari Nabi Yahya putera tunggalnya yang lahir setelah ia mencapai usia sembilan puluh tahun. Sejak beristeri Hanna, ibu saudaranya Maryam, Zakaria mendambakan mendapat anak yang akan menjadi pewarisnya. Siang dan malam tiada henti-hentinya ia memanjatkan doanya dan permohonan kepada Allah agar dikurniai seorang putera yang akan dapat meneruskan tugasnya memimpin Bani Israil. Ia khuatir bahawa bila ia mati tanpa meninggalkan seorang pengganti, kaumnya akan kehilangan pemimpin dan akan kembali kepada cara-cara hidup mereka yang penuh dengan mungkar dan kemaksiatan dan bahkan mungkin mereka akan mengubah syariat Musa dengan menambah atau mengurangi isi kitab Taurat sekehendak hati mereka.

Kisah Nabi Yahya as

Nabi Yahya as

Nabi Zakaria, ayahnya Nabi Yahya sedar dan mengetahui bahawa anggota-anggota keluarganya, saudara-saudaranya, sepupu-sepupunya dan anak-anak saudaranya adalah orang-orang jahat Bani Israil yang tidak segan-segan melanggar hukum-hukum agama dan berbuat maksiat, disebabkan iman dan rasa keagamaan mereka belum meresap betul didalam hati mereka, sehingga dengan mudah mereka tergoda dan terjerumus ke dalam lembah kemungkaran dan kemaksiatan. Ia khuatir bila ajalnya tiba dan meninggalkan mereka tanpa seorang waris yang dapat melanjutkan pimpinannya atas kaumnya, bahawa mereka akan makin rusak dan makin berani melakukan kejahatan dan kemaksiatan bahkan ada kemungkinan mereka mengadakan perubahan-perubahan di dalam kitab suci Taurat dan menyalah-gunakan hukum-hukum agama.

Kekhuatiran itu selalu mengganggu fikiran Zakaria disamping rasa sedih hatinya bahawa ia sejak kahwin hingga mencapai usia sembilan puluh tahun, Tuhan belum mengurniakannya dengan seorang anak yang ia idam-idamkan untuk menjadi penggantinya memimpin dan mengimami Bani Isra’il. Ia agak terhibur dari rasa sedih dan kekhuatirannya semasa ia bertugas memelihara dan mengawasi Maryam yang dapat dianggap sebagai anak kandungnya sendiri. Akan tetapi rasa sedihnya dan keinginanya yang kuat untuk memperolhi keturunan tergugah kembali ketika ia menyaksikan mukjizat hidangan makanan dimihrabnya Maryam. Ia berfikir didalam hatinya bahawa tiada sesuatu yang mustahil di dalam kekuasaan Allah.

Kisah Nabi Isa As

Maryam yang hanya membaktikan diri untuk beribadah kepada Allah SWT dalam Mihrab yang dibuatkan Nabi Zakaria dibaitul Maqdis, terkejut mendengar pemberitahuan Malaikat bahwa ia akan dikaruniai anak. Sebab ia masih perawan dan tidak seorang lelakipun menjamahnya. Malaikat juga memberitahukan bahwa Allah menciptakan anak itu tanpa proses sebagaimana mestinya. hanya dengan kata kun fayakun (jadilah, maka terjadilah apa yang dikehendaki-Nya).

Nabi Muhammad saw

Muhammad saw adalah putra sari Aminah binti Wahab dan Abdullah bin Abdul Muthalib. Ayah beliau wafat pada waktu Nabi masih didalam kandungan. Ia dilahirkan diMekah pada 12 Rabiul Awal tahun Gajah (20 April 571 M). Penamaan tahun Gajah karena pada waktu itu bala tentara Abraha, Gubenur Yaman menyerang Ka’bah dengan mengendarai gajah. Namun Abraha beserta pasukannya berhasil di hancur leburkan oleh pasukan burung ababil yang diperintah oleh Allah SWT menghujani mereka dengan batu-batu dari tanah yang terbakar. (Q.S Al Fiil : 1-5)